Kuburan Teknologi: Tempat Teknologi Usang Menghadapi Ajalnya


Kuburan telepon umum yang berada di Manhattan ini berisi telepon umum yang sudah tidak dipakai lagi. Fotografer Dave Bledsoe mencatat dalam halaman Flickr-nya, “setidaknya 100 buah telepon umum tua, yang sudah rusak parah dikunci di balik jeruji.” Ia juga menambahkan bahwa semua telepon umum tersebut terlihat menyedihkan. “Teknologi modern yang kita miliki memang memudahkan, namun cenderung membuat kita menjadi kurang manusiawi,” tambahnya.

Sejak telepon genggam muncul, telepon umum bukan lagi merupakan sebuah pemandangan lazim yang kita lihat di jalan-jalan. Di Amerika, masih ada 305.000 telepon umum yang masih berfungsi. Bagaimana dengan Indonesia?


Seiring dengan berkembangnya smartphone, kebanyakan orang masih setidaknya memiliki satu atau bahkan beberapa telepon genggam lama yang sudah berdebu. Tahukah Anda, walau aneka telepon genggam tua itu terlihat tidak begitu berharga, namun di dalamnya, ada harta yang melimpah. “Dalam setiap satu juta telepon genggam yang kami daur ulang, kami bisa mendapatkan 35 ribu pon tembaga, 772 pon perak, 75 pon emas, dan 33 pon palladium," catat EPA.


Setumpuk monitor komputer sedang dimuat ke dalam sebuah truk di sebuah desa daur ulang di Beijing, Cina. Banyak orang di desa ini menghidupi dirinya dengan membongkar bagian-bagian dari komputer lama untuk didaur ulang.


Apa yang bisa dilakukan dengan limbah elektronik? Hanya sekitar 25 persen dari limbah elektronik yang dapat didaur-ulang. Selebihnya berakhir di tempat pembuangan akhir, atau lebih parahnya, dibakar, sehingga menyebabkan polusi udara.


 Refrensi: yahoo.co.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel